STAI DI Al-Hikmah Jakarta Dorong Lahirnya Dai Digital yang Kreatif, Kritis, dan Beretika
STAI DI Al-Hikmah Dorong Lahirnya Dai Digital yang Kreatif, Kritis, dan Beretik
Jakarta, 18 Juli 2026 — Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAI Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta terus memperkuat perannya dalam menyiapkan generasi pendakwah yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Webinar Nasional Komunikasi dan Penyiaran Islam 2026 yang telah dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube tersebut menjadi ruang pertemuan antara akademisi, praktisi komunikasi, mahasiswa, dai, guru, penyuluh agama, dan masyarakat umum. Webinar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan para peserta dalam mengelola dakwah di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan dan media sosial.
Sejumlah pakar komunikasi Islam hadir sebagai narasumber, yaitu Dr. Mohammad Zamroni, M.Si., Ketua Umum DPP ASKOPIS dan dosen Magister KPI FDK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta; Prof. Dr. Andi M. Faisal Bakti, M.A., Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; Dr. Ahmad Adnan, M.A., dosen KPI STAI DI Al-Hikmah Jakarta; Sunaryanto, M.Sos., Ketua Program Studi KPI STAI DI Al-Hikmah Jakarta; dan Drs. Ade Fadli Fachrul, M.I.Kom., Wakil Ketua II STAI DI Al-Hikmah Jakarta.
Para narasumber menyampaikan bahwa dakwah pada era digital tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan berbicara di hadapan jamaah. Seorang dai juga perlu memahami karakter audiens, tren media sosial, strategi penyusunan pesan, produksi konten, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Kehadiran kecerdasan buatan dinilai dapat membantu proses pencarian ide, penyusunan naskah, pembuatan ilustrasi, penerjemahan, penyuntingan video, hingga penyebaran konten dakwah. Akan tetapi, teknologi tersebut tidak dapat menggantikan kedalaman ilmu agama, keteladanan, kepekaan sosial, dan tanggung jawab moral seorang pendakwah.
Dalam webinar ini juga ditegaskan bahwa setiap konten dakwah harus melalui proses pemeriksaan sumber dan kebenaran informasi. Dai serta pengelola media Islam perlu berhati-hati agar tidak ikut menyebarkan hoaks, potongan ceramah tanpa konteks, informasi palsu, maupun konten yang berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Selain kemampuan teknis, etika komunikasi menjadi perhatian penting dalam pembahasan. Para peserta didorong untuk menghadirkan dakwah dengan bahasa yang santun, argumentasi yang kuat, pendekatan yang bijaksana, serta memperhatikan keragaman kondisi audiens di ruang digital.
Ketua Program Studi KPI STAI DI Al-Hikmah Jakarta, Sunaryanto, M.Sos., menyampaikan bahwa lulusan KPI harus memiliki kemampuan akademik sekaligus keterampilan praktis dalam mengelola media. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton dan pengguna media sosial, tetapi mampu menjadi produsen konten dakwah yang edukatif dan bermanfaat.
Melalui kegiatan tersebut, STAI DI Al-Hikmah Jakarta ingin menumbuhkan kesadaran bahwa media digital merupakan ruang strategis untuk menyampaikan nilai-nilai Islam. Ruang digital perlu diisi oleh konten yang menyejukkan, mencerdaskan, memperkuat persaudaraan, dan menjawab persoalan masyarakat secara relevan.
Program Studi KPI STAI DI Al-Hikmah Jakarta berharap webinar nasional ini dapat menjadi langkah awal bagi lahirnya lebih banyak dai digital yang kreatif, kritis, profesional, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.






